Munafik Gara - gara Idealis

aku takut jadi seperti orang munafik, seperti orang munafik aja udah takut
apalagi bener - bener jadi orang munafik. kadang secara tak sadar pula kita
menjadi orang yang munafik. wah, Allah pun berjanji akan kasih voucher
menginap di tempat paling dasar di neraka, bagi orang - orang munafik. alias
di keraknya neraka, 'audzubillah himin dzalik ya Allah.
setau ku munafik itu antara ucap, pikiran, dan hati tidak sama. mulut berkata
A, pikiran mengatakan B, parahnya lagi alam bawah sadar kita menyatakan C.
nah, menurut bahasa ku munafik seperti itu sih, kriterianya!
berbicara idealisme. apa si secara pengertian idealisme itu??? secara
pengertian saya kurang ngeh, tapi secara deskriptif saya bisa mengartikanya.
menurut ku pribadi elemen - elemen yang mempengaruhi cara pandang tujuan
hidup seseorang itu diantaranya, ada faktor paling primer yaitu lingkungan
dan keluarga. juga faktor media(media apapun), keimanan pun
mempengaruhi idealisme seseorang dalam hidupnya.
nah, menurut saya pula, yang elegan itu diantara elemen - elemen tadi harus
imbang dalam mempengaruhi idealisme kita. kenapa begitu?
sayang eh sayang nya anak muda zaman sekarang sok - sok idealis gtu deh.
contoh kecil gue, dari dulu hingga awal - awal tahun 2009, menganggap
idealnya hidup gue itu ialah untuk musik. gak masalah deh gak punya duit
kek, gak punya penghasilan tetap kek, yang penting aku sangat mencintai
dunia ku. semua itu gak salah kok, i'm on the line selama menjalani nya
benar - benar membuatku bahagia. tapi??? gimana kalo kita
akhirnyamencapai titik sesuatu dan kemudian datang lah keluhan - keluhan
yang muncul, yang tidak saya prediksi sebelumnya. nah ini dia masalahnya!!!
APAKAH saya harus tetap memperthankan idealisme saya demi sebuah
konsistensi, namun semakin kupaksakan, perang didalam batin ini semakin
genderang, membuat otak panas, dan mulut pun rasanya ingin marah -
marahin orang. tapi, tapi, bagaimana dengan teman - teman saya? dengan
orang yang telah memuji, telah mengetahui cita - cita saya??? apa jadi nya
kalo saya memanuver hidup merubah jalan hidup, apa kata dunia??
muncul lah rasa gengsi, rasa malu, rasa sombong untuk menyadari dan
menghadapi kenyataan sebenarnya. akhirnya, kita bertahan dengan
kebohongan pada diri sendiri, bertahan dengan idealisme yang lama, sebuah
idealisme yang telah usang sebenarnya. karna alesan malu sama teman lah,
lingkungan lah, takut gak di bilang si "aku" yang keren lagi ma orang - orang.
tapi apalah arti sebuah sanjungan kalo sebenarnya dalam diri kita sebenarnya
sudah rapuh dan butuh nafas baru.
"hey, kamu tuh keren loh, unik, cuek, teruslah jaga keunikanmu" salah
seorang teman memuji. nah, biasanya disini awalnya timbul penyakit.
manusia, selalu haus pujian. padahal yang pantas di puji hanya Tuhan, karena
semua berasal darinya. semakin dipuji kalo tidak berlindung pada Tuhan
maka semakin keras hati kita. akhirnya nanti syetan bicara pada hati kita.
"wah, kalo aku mesti merubah gaya hidup, pola pikir, pola tindakan, nanti
orang - orang yang suka memuji ku itu akankah mereka akan tetap
menyukaiku, tetap menyanjungku atau malah memperolok - olok ku??".
dan biasanya kalo syetan sudah memancing di air keruh seperti itu. biasanya
manusia yang jarang berlindung kepada Tuhan dan jarang menyadari diri kalo
kita bukanlah siapa - siapa. biasanya tergoda dengan bisikan si Syetan
terkutuk ini.
akhirnya kita terus berlindung dengan idealis kuno, idealis yang sudah tidak
compatible dengan umur kita yang bertambah dewasa. seperti memakai
software windows98 di pake di tahun 2009, ya dah ketinggalan zaman donk ,
alias mesti segera di upgrade. kita harus tetap "melek" akan hidup yang terus
berkembang. INGAT hidup itu Dinamis bukan STATIS. karna hidup Dinamis
maka Pikiran dan Laku kita pun harus bisa mengikuti Ritmenya.
ku malah jadi pribadi pengecut untuk menyadari kalo formula hidupku mesti
dirubah, SEKARANG juga. makanya banyak orang yang baru menyadari
kesalahan nya disaat mereka sudah tua. kenapa? karena secara tak sadar
kita lebih suka menjadi MUNAFIK,
Pada dasarnya semua manusia pada fitrahnya ingin BAHAGIA. nah,
bagaimana mau bahagia kalo kita berucap, berpikir, dan merasa tidak
sinkron, alias tak sama.
kasian hati kita ya, selalu di kesampingkan. kita selama ini hanya
mengandalkan itung2an otak dan logika saja dalam mengambil keputusan,
sedikit saja hati menentang apa yang sedang kita pikirkan. buru - buru kita
tulikan telinga kita untuk mendengar jeritan hati. bukan kah ini sebuah
kemunafikan yang besar.
Ayo kawan - kawan. BERKEPUTUSANlah saat ini juga, sebelum semua
terlambat, sebelum penyesalan datang. berlindung lah pada Allah dari
kemunafikan kita. jangan sampai idealisme kita menjerumuskan kita menjadi
manusi HINA dimata Allah.
Aku sayang kalian kawand,,,
(inspirasi pengalaman pribadi dan sahabat)
Labels: Self developement

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home