Wednesday, September 23, 2009

Munafik Gara - gara Idealis


aku takut jadi seperti orang munafik, seperti orang munafik aja udah takut

apalagi bener - bener jadi orang munafik. kadang secara tak sadar pula kita

menjadi orang yang munafik. wah, Allah pun berjanji akan kasih voucher

menginap di tempat paling dasar di neraka, bagi orang - orang munafik. alias

di keraknya neraka, 'audzubillah himin dzalik ya Allah.



setau ku munafik itu antara ucap, pikiran, dan hati tidak sama. mulut berkata

A, pikiran mengatakan B, parahnya lagi alam bawah sadar kita menyatakan C.

nah, menurut bahasa ku munafik seperti itu sih, kriterianya!



berbicara idealisme. apa si secara pengertian idealisme itu??? secara

pengertian saya kurang ngeh, tapi secara deskriptif saya bisa mengartikanya.

menurut ku pribadi elemen - elemen yang mempengaruhi cara pandang tujuan

hidup seseorang itu diantaranya, ada faktor paling primer yaitu lingkungan

dan keluarga. juga faktor media(media apapun), keimanan pun

mempengaruhi idealisme seseorang dalam hidupnya.



nah, menurut saya pula, yang elegan itu diantara elemen - elemen tadi harus

imbang dalam mempengaruhi idealisme kita. kenapa begitu?



sayang eh sayang nya anak muda zaman sekarang sok - sok idealis gtu deh.

contoh kecil gue, dari dulu hingga awal - awal tahun 2009, menganggap

idealnya hidup gue itu ialah untuk musik. gak masalah deh gak punya duit

kek, gak punya penghasilan tetap kek, yang penting aku sangat mencintai

dunia ku. semua itu gak salah kok, i'm on the line selama menjalani nya

benar - benar membuatku bahagia. tapi??? gimana kalo kita

akhirnyamencapai titik sesuatu dan kemudian datang lah keluhan - keluhan

yang muncul, yang tidak saya prediksi sebelumnya. nah ini dia masalahnya!!!



APAKAH saya harus tetap memperthankan idealisme saya demi sebuah

konsistensi, namun semakin kupaksakan, perang didalam batin ini semakin

genderang, membuat otak panas, dan mulut pun rasanya ingin marah -

marahin orang. tapi, tapi, bagaimana dengan teman - teman saya? dengan

orang yang telah memuji, telah mengetahui cita - cita saya??? apa jadi nya

kalo saya memanuver hidup merubah jalan hidup, apa kata dunia??



muncul lah rasa gengsi, rasa malu, rasa sombong untuk menyadari dan

menghadapi kenyataan sebenarnya. akhirnya, kita bertahan dengan

kebohongan pada diri sendiri, bertahan dengan idealisme yang lama, sebuah

idealisme yang telah usang sebenarnya. karna alesan malu sama teman lah,

lingkungan lah, takut gak di bilang si "aku" yang keren lagi ma orang - orang.

tapi apalah arti sebuah sanjungan kalo sebenarnya dalam diri kita sebenarnya

sudah rapuh dan butuh nafas baru.



"hey, kamu tuh keren loh, unik, cuek, teruslah jaga keunikanmu" salah

seorang teman memuji. nah, biasanya disini awalnya timbul penyakit.

manusia, selalu haus pujian. padahal yang pantas di puji hanya Tuhan, karena

semua berasal darinya. semakin dipuji kalo tidak berlindung pada Tuhan

maka semakin keras hati kita. akhirnya nanti syetan bicara pada hati kita.

"wah, kalo aku mesti merubah gaya hidup, pola pikir, pola tindakan, nanti

orang - orang yang suka memuji ku itu akankah mereka akan tetap

menyukaiku, tetap menyanjungku atau malah memperolok - olok ku??".


dan biasanya kalo syetan sudah memancing di air keruh seperti itu. biasanya

manusia yang jarang berlindung kepada Tuhan dan jarang menyadari diri kalo

kita bukanlah siapa - siapa. biasanya tergoda dengan bisikan si Syetan

terkutuk ini.



akhirnya kita terus berlindung dengan idealis kuno, idealis yang sudah tidak

compatible dengan umur kita yang bertambah dewasa. seperti memakai

software windows98 di pake di tahun 2009, ya dah ketinggalan zaman donk ,

alias mesti segera di upgrade. kita harus tetap "melek" akan hidup yang terus

berkembang. INGAT hidup itu Dinamis bukan STATIS. karna hidup Dinamis

maka Pikiran dan Laku kita pun harus bisa mengikuti Ritmenya.



ku malah jadi pribadi pengecut untuk menyadari kalo formula hidupku mesti

dirubah, SEKARANG juga. makanya banyak orang yang baru menyadari

kesalahan nya disaat mereka sudah tua. kenapa? karena secara tak sadar

kita lebih suka menjadi MUNAFIK,

Pada dasarnya semua manusia pada fitrahnya ingin BAHAGIA. nah,

bagaimana mau bahagia kalo kita berucap, berpikir, dan merasa tidak

sinkron, alias tak sama.



kasian hati kita ya, selalu di kesampingkan. kita selama ini hanya

mengandalkan itung2an otak dan logika saja dalam mengambil keputusan,

sedikit saja hati menentang apa yang sedang kita pikirkan. buru - buru kita

tulikan telinga kita untuk mendengar jeritan hati. bukan kah ini sebuah

kemunafikan yang besar.


Ayo kawan - kawan. BERKEPUTUSANlah saat ini juga, sebelum semua

terlambat, sebelum penyesalan datang. berlindung lah pada Allah dari

kemunafikan kita. jangan sampai idealisme kita menjerumuskan kita menjadi

manusi HINA dimata Allah.




Aku sayang kalian kawand,,,

(inspirasi pengalaman pribadi dan sahabat)

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home